Coretan

Adakalanya,

image

Adakalanya setiap manusia berada pada ambang keputusasaan. Melewati makna yang tersirat. Begitu saja, pergi tak berpamit.

Lagi- lagi merasa tidak diuji, padahal benar adanya. Merasa bak malaikat, yang lain masih senang tuh dengan celotehnya.

Kadang girang bukan nampaknya bahagia. Karena dengan menangis mereka juga bahagia. Sebuah kewajaran.

Tetap dalam kebaikan. Apapun itu adanya. Perih itu nikmat. Sakit itu penghapus dosa. Adapun yang paling indah ialah tak lain keridhoan_Nya. Selebihnya itu cukup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s