Coretan

itulah hidup,

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Ini hidup yang akan terus berlanjut. Seperti matahari yang terus berputar, dari siang menjadikan malam yang dengan bulannya menyinari.

Saat ini, mungkin kita lagi senang-senangnya menghabiskan waktu untuk bercanda dan bergurau, tapi nanti kita juga akan menangis, menangis tersedu-sedu.

Banyak yang menghabiskan hidupnya untuk mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya agar dapat merasakan hidup serba mewah. Padahal bisa saja dalam kondisi yang belum siap, kita akhirnya menjadi miskin.

Ada yang dulu masih sendiri, tapi sekaarang sudah berdua dengan pasangan bahkan bertiga dengan si mungil. Ada yang dulunya menjadi ayah, kemudian menjadi mertua, lalu kakek. Menjadi ibu dan akhirnya bercucu, lalu bercicit.

Itulah alur kehiduan yang akan dan pasti dilalui oleh manusia. Ia tidak akan pernah berhenti untuk suatu peristiwa atau keadaan, bertahan untuk satu posisi atau tetap dengan suatu sifat tertentu. Karena ia akan tetap terus bertumbuh dan berkembang. Menjadi baik atau menjadi buruk. Menjadi bahagia atau kecewa, menjadi dewasa yang dulunya masih kanak-kanak. Semuanya akan dilaluinya dengan cara yang berbeda, maupun dengan pola yang berbeda.

Itulah hidup,

Iklan

4 tanggapan untuk “itulah hidup,

  1. Iya mbak, hidup terus berjalan, dan kita punya “kehendak” untuk mengarahkan kemana alur kehidupan akan dibawa, akan berakhir bahagia atau sengsara.

    Kita aslinya penghuni Surga, karena Nabi Adam as dan Hawa sejatinya adalah penduduk surga. So, pastaslah kita akan mengatakan, “kami rindu untuk kembali ke kampung halaman (surga).” 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s