Coretan

Lagi-lagi cinta (Memang elegan jika mencintai dalam diam)

TANTOWI

Rasa yag kau biarka liar tanpa bimbingan Tuhan, mungkin saja semua tak berbalas apa-apa. Mungkin.

Berbicara rasa memang tak pernah ada habisnya karena rasa tak terbatas pada cinta semata, tapi ia juga bisa berupa ekspresi marah, rindu, benci, sayang, murung, grogi atau juga galau.

Semua manusia pasti pernah merasakan hal serupa di atas. Terlebih pada rasa cinta. Namun pada hakikatnya semua rasa sah sah saja, selama tak berlebih dan berimplikasi buruk pada diri seseorang.

Kali ini, tema yang menarik untuk dibahas ialah cinta. Yah, lagi-lagi cinta. Sebuah tema yang tak akan pernah habis untuk dikaji. Tema yang tak pernah lekang di makan waktu.

Saya memulainya dengan sebuah ungkapan “mencintai dalam diam itu jauh lebih elegan.” Menurut kalian apa jadinya jika ungkapan cinta diobral bukan pada orang tak tepat dan bukan pada waktu yang tepat? Apa jadinya jika karena cinta yang berlebihan terhadap seseorang membuat lupa pada Sang Pemilik cinta itu sendiri- Allahu Rabbiy.

Mencintai adalah sesuatu yang tidak dilarang namun merupakan sebuah fitrah dari manusia itu sendiri. Seperti orang tua yang mencintai anaknya, seperti seorang suami yang mencintai istrinya, seperti seorang kakak yang mecintai adiknya. Mencintai siapa saja baik keluarga ataupun bukan sama sekali, yah itu sah sah saja. Namun jangan sampai berlebihan dan terbungkus dalam bingkai kemaksiatan terhadap Allah.

Mungkin kita bisa belajar dari sebuah kisah seseorang yang anggap saja namanya adalah Ramania. Ia seorang mahasiswa dari sebuah perguruan tinggi negeri di Makassar. Di kampusnya, ia dikenal sebagai mahasiswa yang biasa saja, namun selalu semangat untuk menuntut ilmu. Hingga pada akhirnya, ia mampu melanjutkan studinya ke tingkat magister. Masa perkuliahan memiliki kesan tersendiri baginya, terkhusus pada persoalan cinta. Sembari kuliah, ia pun juga berniat untuk menikah. Sampai pada akhirnya teman-teman sekelasnya menjodohkannya dengan salah seorang yang juga teman kelasnya. Teryata si laki-laki tersebut menyukainya. Berbagai carapun ia lakukan untuk mendapatkan perhatian dan cintanya. Bahkan ia senang hati mengumbar dan memberitahukan orang-orang bahwa ia menyukai Ramania. Ramania pun akhirnya tahu dan merasa terganggu akibat caranya tersebut.

Apa yang bisa diambil dari kisah di atas? Pertama, jikalau memang kita menyukai seseorang, maka lebih tepatnya, tempuilah dengan cara-cara yang ma’ruf. Kedua, memang elegan bahwa mencintai seseorang itu lebih baik dalam diam dan doa. Seperti kisah Fatimah dan Ali r.a yang keduanya berusaha menyembunyikan cintainya, sampai pada akhirnya Allah menyatukan mereka dalam sebuah ikatan yang penuh dengan kebaikan dan keberkahan. Itulah kisah cinta sejati yang akan terus terukir sepanjang masa.

Semoga kita bisa belajar mencintai dengan cara yang baik dan diridhoi oleh Allah. Aamiin#

Ca-Ahmadd_22 Januari 15

Iklan

2 tanggapan untuk “Lagi-lagi cinta (Memang elegan jika mencintai dalam diam)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s