Ragu_

Hati yang seharusnya menjadi pijakan untuk bertindak, malah harus pasrah dengan apa yang terjadi. Terkunci dalam ketidakpastian yang mencekam. Tersembunyi dibalik bayang-bayang makhluk. Dan berniat untuk pergi jauh, sejauh yang ia mampu.
Namanya “ragu”. Suatu sifat yang beberapa hari ini mulai akrab denganku. Tak pernah minta untuk berteman dengannya, bahkan bisa saja sebenarnya ia tak pernah suka denganku. Tapi seperti itulah yang terjadi.
Dilema dan galau yang menghantui, memunculkan ragu dalam hati. Keraguan yang tak tau kapan berhentinya. Ragu yang membuat hati tak mampu kompromi dengan tindakan, Seolah-olah sedang memaksakan diri untuk tampil dengan penuh kepura-puraan pada orang lain.
Ternyata berada dalam persimpangan dengan penuh keragu-raguan itu sulit. Bahkan aku harus tampil seperti ratu yang walaupun bersalah namun tak mendapat kuasa untuk menerima hukuman dari makhluk.
Aku sadar bahwa keraguan mungkin akan selalu muncul kapan dan di mana saja. Namun aku percaya bahwa selalu ada jawaban dari keraguan tersebut jika kita mau membuka hati untuk mencurahkan segala keraguan kepada Sang Pemilik Segalanya,
Yah Pada Allah swt.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s