Coretan

BERAKHIR PADA SEBUAH TITIK

tumblr_myin9wTzq71spnyg9o1_500

Kehidupan itu sama seperti buku. Sebelum termuat gambar dan tulisan, lembaran-lembaran tersebut masih berupa lembaran kosong. Tak tergores tinta sedikitpun. Lembaran kosong tersebut sama seperti seorang anak manusia yang lahir di dunia ini. Ia terlahir dalam keadaan fitrah, suci, dan tak berdosa.

Petualanganpun dimulai. Tiap-tiap lembaran mulai terisi seiring berjalannya waktu. Anak-anak manusia mulai memainkan perannya masing-masing dan melakoni sebuah cerita yang mereka buat sendiri. Semuanya termuat dalam sebuah buku. Yah, setiap anak manusia mempunyai buku yang isinya memuat perjalanan kehidupannya di dunia.

Setiap tulisan dalam buku tersebut adalah tanggung jawab sang penulis (anak manusia). Mereka berhak menulis apapun tanpa interpensi dari orang lain. Mereka bebas memuat gambar dan tulisan yang mereka sukai dan bahkan yang tak disukai. Karena bagi mereka, hidup adalah pilihan. Terserah dari yang menjalankannya.

Torehan tinta terus mengalir membasahi sang kertas. Ia tak pernah berhenti memenuhi barisan demi barisan dalam sebuah benda yang bernama buku. Setiap tulisan dalam buku tersebut memerlukan spasi untuk memikirkan kata apa yang akan diungkapkan selanjutnya, memerlukan koma, petikan, titik dua, tanda tanya, seru dan kurung untuk memberikan assesories dan keramaian bagi tulisan tersebut.

Setiap tulisan sang penulis (anak manusia) pasti akan berakhir pada sebuah titik. Titik mempunyai kuasa untuk melanjutkan sebuah cerita atau hanya berhenti pada saat itu, dan memulai sebuah cerita yang berbeda, atau sama sekali berhenti pada cerita sebelumnya dan tak pernah memuat sebuah cerita lagi. Tapi sebelum tulisan dalam buku tersebut betul-betul berakhir pada sebuah titik, sang penulis harus mampu membuat tulisannya menjadi indah dan bermakna dari penulis-penulis lain, sehingga mampu meninggalkan jejak-jejak kebaikan bagi penulis-penulis setelahnya.

Satu hal yang perlu diingat, titik paling terakhir adalah penutup terbaik dari sebuah buku sang penulis. Yah, buku sang penulis adalah karya monumentalnya yang akan tetap hidup dalam telinga-telinga penulis lain.

Seperti itulah kehidupan di dunia… Kita harus mampu menjalaninya dan mempersiapkan diri sebelum roh dalam raga pergi meninggalkannya. Dan saat roh tak lagi bersemayam, maka saat itu, kita benar-benar telah berhenti. Yah, kita telah berhenti berpetualang mengelilingi dunia dan meninggalkan cerita yang berbeda. Tentunya, cerita yang indah akan berakhir dengan indah. Moga kita mengakhiri cerita hidup ini dengan penutup yang baik (husnul khatimah). Aamiin…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s