Aku menulis, Aku Bahagia. . .

4-Ways-To-Better-Days-Journal

Aku menemukan kebahagiaan di dalam menulis. Kegiatan ini mulai aku tekuni sekitar 2 tahun yang lalu. Tak butuh banyak teori di dalam melakukannya, yang terpenting ialah “action” dan mau terus belajar.

Aku sadar, aku bukanlah seorang penulis. Toh aku memang belum punya tumpukan karya yang bernama buku. Aku hanya mampu menulis di serpihan-serpihan media yang berbentuk blog, hape, dan sebagainya.
Ketika orang-orang memuji tulisanku, haruskah aku bangga? Saya rasa tidak, karena aku tak mau mengejar gelar “penulis hebat”. Aku menulis, karena aku bahagia, aku menulis karena aku dapat melakukan hal-hal yang bebas, bebas mengekspresikan rasa, bebas mengungkapkan apa yang di dengar, dan bebas mengungkapkan apa yang nampak di pelupuk mata. Bebas tanpa aturan, walaupun aturan mutlak diperlukan…

Menulis itu memerlukan ide. Ide dapat muncul dari mana saja. Ide dapat muncul ketika kita sedang membaca, ketika berpergian, atau bahkan ide itu bisa muncul dari seseorang yang kita kenal ataupun yang tidak kita kenal.

Begitupun dengan tulisan-tulisan yang aku tulis. sebagian besarnya terinspirasi dari seseorang. Seperti Peggy Melati Sukma, Oki Setiana Dewi, Felix Siauw, Azhar Nurun Ala, dan masih banyak lagi.
Itulah uniknya menulis. Aku tak perlu jadi orang lain untuk bisa mempersamakan gaya menulisku dengan penulis-penulis lain. Cukup jadi diri sendiri dengan gaya sendiri, tanpa perlu sombong dan puas atas karya yang dihasilkan. Saya rasa itu adalah hal yang terbaik .. .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s