Coretan

Ritual yang Hilang_

tumblr_kyfdphzvx61qzevelo1_500

Membaca dan menulis adalah dua ritual yang berkaitan erat dan tak dapat dipisahkan antara satu dan yang lainnya. Dengan membaca kita dapat memperoleh banyak ilmu dan tentunya menambah wawasan pengalaman kita. Yah itulah manfaatnya dari membaca, lalu lain halnya dengan menulis, menulis adalah pekerjaan otak. Menulis adalah kegiatan yang dilakukan dengan cara mengekspresikan apa yang dilihat, didengar dan dirasakan kemudian di tuangkan di dalam sebuah tulisan. yaah itulah menulis…..

Anda pasti tak menyangka bahwa dua ritual tersebut (membaca dan menulis) adalah dua pekerjaan yang mulia yang tercantum di dialam kalam mulia yakni Al-Qur’an. Coba anda buka surah al-Alaq ayat 1. Dalam ayat tersebut jelas bahwa Allah memerintahkan kita untuk membaca. Objek dalam membaca ini tak dibatasi. Jadi Allah menyuruh kita untuk membaca seluruh objek yang ada dalam kehidupan kita. Baik berupa ayat-ayat qauliyyah yakni al-quran al-karim dan ayat-ayat kauniyyah yakni alam semesta. Di samping itu, Allah pun memerintahkan kita untuk menulis, coba kita liahat dalam suarah al-Qalam ayat 1. Dalam ayat pertama ini, jelas Allah menyebutkan “demi pena dan segala apa yang dituliskannya”. Pena yang dimaksud disini ialah sejenis alat yang digunakan untuk menulis. Jadi jelas bukan bahwa menulis dan membaca adalah perintah Allah? so mari lakukan….

Tapi sebelum melakukannya, mari kita mencoba melirik masa lalu. Yakni di masa khalifah harun al-Rasyid. Islam pada saat itu berkembang pesat. Dan yang membuat Islam berkembang ialah dari segi ilmu pengetahuannya dan pengaplikasiaannya. Peradaban Islam pada masa lalu sangat maju. Tentunya apa yang diperoleh saat itu tak lepas dari peran para ulama dan cendekiawan muslim. Yaah mereka bukan main giatnya dalam menuntut ilmu, bahkan mereke rela menghabiskan waktu, tenaga dan pikirannya hanya untuk memperoleh ilmu. Lalu bagaimana dengan kita? kontribusi apa yang telah kita berikan untuk kemajuan Islam?

Inginkan kita seperti para ulama dan cendekiawan muslim pada masa itu? Tentunya semuanya menginginkan seperti mereka. Bayangkan jasa-jasanya terhadap Islam sangat besar ditambah pengamalan mereka terhadap Islam secara keseluruhan yang membuat mereka tak tergoyangkan dengan hal-hal yang menyesatkan. Mereka seperti itu dikarenakan mereka terus belajar dan mengkaji Islam…

Jika kita menginginkan Islam terus berjaya, kuncinya ialah membaca dan menulis. Kalaupun ada yang menanyakan bagaimana menumbuhkan budaya membaca dan menulis. Bagi saya, kuncinya ialah satu yakni “biasa”. Pernah dengar kan pepatah yang mengatakan bahwa “ala bisa karena biasa”. Itu mungkin pepatah yang tepat yang perlu dijakina pegangan dalam hidup ini. Jika kita ingin membudayakan ritual membaca, ayo membaca.. jangan biarkan hari-hari anda dilalui tanpa membaca, begitu pula dengan menulis, jangan biarkan hari-hari anda dilalui tanpa menuangkan ide, tanpa berkontribusi untuk Islam. Jadi biasakanlah kedua ritual tersebut, jangan sampe hilang dari kehidupan anda… 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s