^Komunikasi yang Baik!

Hidup di dunia ini tak terlepas dari yang namanya interaksi sosial terhadap sesama manusia. Yah, karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang lemah dan bergantung pada yang lain. Untuk itu manusia tidak dapat hidup sendiri, kalaupun ada manusia yang merasa dirinya mampu hidup sendiri, itu mustahil, toh memang manusia selalu membutuhkan orang lain, bahkan membutuhkan Tuhan dalam hidupnya.

Dalam menjalani kehidupan di dunia ini perlu aturan. Aturan itu tidak terbatas pada hubungan manusia dengan manusia ataupun lingkungannya, namun lebih dari itu ialah manusia mau tidak mau pasti akan berhubungan dengan Tuhannya. Aturan ialah norma-norma yang harus dijadikan pedoman dalam keseharian. Tanpa aturan, maka kehidupan ini tidak dapat berjalan selaras dan seimbang.

Aturan tersebut termuat di dalam sebuah Kitab Suci (Al-Quranul Karim) yang diturunkan Tuhan. Di dalamnya terdapat panduan untuk membangun komunikasi pada Tuhan dan manusia yang tidak terlepas dari ibadah ritual semata.

Misalnya dalam membangun hubungan pertemanan, persahabatan atau bahkan membangun rumah tangga, yang perlu diketahui dan diamalkan ialah konsep memahami. Memahami di sini adalah mampu menerima kekurangan orang lain dan mengarahkannya ke arah yang lebih baik tanpa menyimpan rasa kesal atau bahkan memutuskan tali silaturrahim terhadap orang lain. Hal ini tentu ada aturannya di dalam QS An-Nisa ayat 1 yang terjemahnya:

“… Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan namaNya kamu saling meminta satu sama lain dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sehingga Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Membangun komunikasi yang baik terhadap sesama memang susah dan butuh komitmen. Tapi bagi mereka yang menyadari keeksistensiannya di dunia ini, maka ia dengan mudah menjalani kehidupannya.

Selain membangun komunikasi yang baik dengan manusia. Kita perlu membangun komunikasi  dengan Tuhan. Caranya pun butuh konsisten. Misalnya dengan shalat. Shalat ialah ibadah yang berisi perkataan dan perbuatan yang ditujukan kepada Allah yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Di dalam shalat terkumpul doa dan zikir. Doa inilah yang menjadi  perantara hubungan antara Tuhan dan manusia dan dengan doa inilah manusia dapat mengekspresikan rindunya pada sang Pencipta. Adapun zikir ialah berisi pujian-pujian terhadap Allah. Hal ini termaktub di dalam QS Al-Baqarah ayat 152 yang terjemahnya:

Karena itu ingatlah kamu padaKu, niscaya Aku ingat pula padamu… “

Begitupun dengan lingkungan. Kita perlu membangun komunikasi yang baik dengan lingkungan. Contohnya dengan tumbuhan. Komunikasi yang dimaksud di sini bukanlah melalui dengan percakapan. Toh memang tumbuhan hanyalah tumbuhan yang tidak dapat berbicara. Komunikasi dengan tumbuhan dapat terlihat dari sikap kita berupa menghargai keberadaannya dan memelihara keberadannya. Hal itu sepertinya sudah cukup.

Jelas bahwa kehidupan ini harus dapat berjalan dengan serasi dan seimbang melalui komunikasi yang baik antara manusia dan Tuhannya, antara manusia dengan manusia, antara manusia dengan makhluk lain dan lingkungannya_

 

**Tulisan ini hanyalah sebuah nasehat bagi diri saya pribadi dan saya mohon diampukan pada Allah. Kepada teman-teman yang telah membaca tulisan ini, saya mohon maaf jika pernah menyimpan silet di dalam hati dan kehidupan kalian. Saya hanyalah manusia yang masih butuh nasehat dan ajaran. Moga kita bisa sama-sama saling mengisi dalam kebaikan dan kesabaran yang tidak terbatas pada media sosial blog ini. Aamiin_^) 22 Februari 2014_ N.I.A

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s