Merayakan Cinta

image

Seperti roman yang tidak kehilangan jiwanya
Seakan mnjelma menjadi sebuah karangan prosa
Tak ubahya sang penyair
Larut dalam setiap petikan kata yang terlukis

Andai bukan karena kuasa-Nya
Akankah bumi dan langit menjadi padu padan yang mengabdi?
Andai bukan karena Takdir-Nya
Sepasang insan tak mungkin akan menyatu

Dalam bingkai pernikahan
Seyogyianya kita merayakan cinta

Makassar, 27 Mei 2016

Adakalanya,

image

Adakalanya setiap manusia berada pada ambang keputusasaan. Melewati makna yang tersirat. Begitu saja, pergi tak berpamit.

Lagi- lagi merasa tidak diuji, padahal benar adanya. Merasa bak malaikat, yang lain masih senang tuh dengan celotehnya.

Kadang girang bukan nampaknya bahagia. Karena dengan menangis mereka juga bahagia. Sebuah kewajaran.

Tetap dalam kebaikan. Apapun itu adanya. Perih itu nikmat. Sakit itu penghapus dosa. Adapun yang paling indah ialah tak lain keridhoan_Nya. Selebihnya itu cukup.

Semoga

13256868_870945203017495_375228180_n_002

“Setidaknya kita tidak berhenti di satu titik. Mencoba mengurai kata menjadi sebuah paragraf menarik.”

Seperti itu kisah kita, bermodal kata penguat raga.
Malu-malu sebagai isyarat
Namun terkesan tak mengabaikan

Itu perhatian namanya

Andai bumi dan laut menyaksikan
Adakah yang lebih indah dari sepasang anak manusia yang berusaha untuk saling mencintai?

Semoga itu kita..

Untuk Kita

12928293_1147602835259007_434971409632266988_n

Kita sering bertanya mengenai alasan mengapa kita saling memilih? Lalu ada akhirnya kita hanya tersenyum dan menyadari bahwa jawabannya itu hanya satu yaitu Allah. Yah, Allah yang menjodohkan kita.

Berumah tangga memang tak semudah apa yang kita bayangkan. Kita perlu banyak belajar, belajar percaya, belajar menerima kekurangan masing-masing, belajar memahami, dan belajar bersyukur.

Dan belajar untuk jadi lebih baik.